Apa Itu Price Action dalam Forex

Terlepas dari seni manajemen atau sistem yang anda gunakan untuk bertransaksi, mempunyai pemahaman yang berpengaruh perihal Price Action dapat membuat anda menjadi trader yang lebih baik. Jika anda menyukai sesuatu hal yang sederhama dan minimalis, anda niscaya tertarik untuk menjadi seorang trader Price Action yang “murni” dan menghapus semua variabel yang tidak diharapkan pada grafik anda.

Apa itu Price Action Trading?


Price Action adalah perihal bagaimana harga berubah dari waktu ke waktu – agresi atau pergerakan harganya. Ini gampang untuk diamati pada pasar yang memiliki likuiditas serta volatilitas harga, seperti pada pasar Forex, di mana apa pun yang dibeli atau dijual secara bebas di pasar akan menawarkan semacam price action.

Konsep dari price action trading meliputi analisis dasar pergerakan harga sebagai metodologi spekulasi keuangan, mirip yang dipakai oleh banyak trader retail dan trader institusional. Karena mengabaikan faktor mendasar dari sekuritas (Saham, Komoditas, Forex) dan terutama hanya melihat pada histori harga sekuritas, ini merupakan bentuk analisis teknikal.

Apa yang membedakan price action trading dari sebagian besar bentuk analisis teknikal lainnya ialah bahwa fokus utamanya adalah kekerabatan harga sekuritas ketika ini dengan harga waktu kemudian. Histori waktu lalu ini termasuk swing tertinggi dan swing terendah, garis tren, dan level support serta resistance.

Trader mengamati ukuran relatif, bentuk, posisi, pertumbuhan (ketika mengamati harga real-time dikala ini) dan volume dari kafe pada kafe OHLC atau grafik candlestick.

Belajar Kemampuan Price Action


Ada tiga kelompok kemampuan dasar:

  • Analisis
  • Strategi Trading
  • Money Management.

Psikologi trading juga penting, tetapi tidak akan dibahas di sini. Cukup dengan mengatakan meningkatkan fokus, disiplin diri, tanpa emosi, serta perilaku objektif terhadap kekalahan dan kemenangan yaitu suatu hal yang sangat penting untuk kesuksesan anda.

Kaprikornus, untuk menciptakan PC anda menjadi sebuah ATM eksklusif, anda perlu menguasai keterampilan berikut:

• Analisis: Kemana kemungkinan pergerakan harga.
• Strategi Trading: Memutuskan .di bawah kondisi dan sisi pasar apa untuk memasuki trading.
• Money Management: Memutuskan seberapa besar risiko di setiap transaksi, dan kapan waktunya mengambil keuntungan.

Lanjutkan membaca atau mulai bermain di akun demo forex, dan pelajari price action secara eksklusif.

Indikator Price Action


Untuk menerima gambaran keseluruhan dari tren serta level support dan resistance yang besar lengan berkuasa, kita perlu melihat grafik dengan jangka waktu yang lebih besar seperti grafik harga mingguan atau grafik harian; kemudian pindah ke kerangka waktu grafik yang lebih kecil seperti grafik 4 jam, dan satu jam; sebelum jadinya menggunakan grafik 30, 15, atau 15 menit untuk menentukan titik entry yang baik.

Pada kerangka waktu tertentu, terlepas itu grafik tahunan atau grafik 1 menit, trader price action akan hampir tanpa terkecuali menyelidiki terlebih dahulu untuk melihat apakah pasar sedang berada pada tren naik atau turun, atau apa tren cenderung bergerak dalam range. Konsep dari tren ialah salah satu konsep utama dalam analisis teknikal. Tren naik atau turun atau mulai sideways. Tren naik dikenal sebagai tren bullish, atau reli. Sementara tren bearish atau tren turun ialah di mana pasar bergerak ke bawah.

Bagi yang benar-benar pemula, tren ke atas sederhananya dapat digambarkan sebagai periode waktu di mana harga telah naik. Lebih khusus lagi, kami akan mencari setidaknya dua higher high dan dua higher low untuk membentuk tren gres dan setidaknya 3 serangkaian higher high dan higher low sebagai konfirmasi.

Pasar bear atau tren turun yaitu di mana saat kita melihat serangkaian posisi dari lower low dan lower high. Asumsi dari price action ialah serangkaian kekerabatan, dalam tren, di mana pasar cenderung untuk melanjutkan bergerak ke arah tersebut hingga memperlihatkan sinyal pembalikan.

Definisi Tren Sideways


Pasar ranging atau tren sideways tidak begitu mudah ditentukan, tetapi inilah yang ada ketika tidak ada tren yang terlihat. Ini digambarkan mirip lantai dan langit-langit, yang selalu menjadi materi perdebatan. Range juga mampu disebut sebagai horizontal channel. Pasar ranging seringkali menampilkan pergerakan harga horizontal saat kekuatan usul dan penawaran hampir sama.

Tren sideways umumnya merupakan hasil dari pergerakan harga antara level support dan resistance yang kuat. Tren sideways dianggap sebagai masa konsolidasi sebelum harga berlanjut ke arah pergerakan sebelumnya. Tidak jarang bahwa tren horizontal mendominasi price action dari pasangan mata uang tertentu untuk abad waktu yang lama sebelum memulai pergerakan yang lebih tinggi atau yang lebih rendah.

Level Support dan Resistance


Level Support atau Resistance adalah level harga yang telah ditolak pasar setidaknya dua kali dan menahan pasar untuk menembus level baru. Support/Resistance dari level yang diidentifikasi dianggap lebih kuat kalau harga seringkali tidak bisa bergerak melampaui level tersebut.

Mungkin ada beberapa alasan mengapa harga ditolak pada level ini antara lain akumulasi order beli (pada level support), atau order jual (pada level resistance); di mana pembeli tertarik oleh level yang lebih rendah (level support), atau penjual tertarik oleh level yang lebih tinggi (level resistance); pembeli berpikir atau merasa pasar akan naik (support), atau penjual berpikir atau merasa pasar akan turun, dll.

Support/Resistance biasanya sering ditemukan pada level harga yang bulat mirip 0.9000 atau 1.1000. Banyak trader yang tidak berpengalaman cenderung membeli/menjual dikala harga berada pada bilangan yang bundar karena sasaran harga atau order stop loss yang ditetapkan trader retail dan beberapa trader institusional besar ditempatkan pada level harga lingkaran dibandingkan pada harga mirip 0.9004 atau 1.9234. Karena ada begitu banyak order ditempatkan pada level yang sama, angka bundar ini cenderung bertindak sebagai batasan harga yang berpengaruh. Banyak trader teknikal akan memakai level support dan resistance yang teridentifikasi untuk menentukan harga entry/close yang strategis sebab area ini seringkali menggambarkan harga yang paling besar lengan berkuasa pada arah harga aset.

3 Aturan sederhana untuk menggambarkan level support dan resistance yang tepat

  • Aturan No. 1: Harga harus ditolak setidaknya dua kali dari level tersebut
  • Aturan No. 2: Semakin banyak penolakan, semakin penting level tersebut
  • Aturan No. 3: Penolakan yang terbaru lebih penting dibandingkan penolakan di kurun yang lebih lama

Level Support dan Resistance Fibonacci


Fibonacci adalah merupakan alat yang sangat populer di kalangan trader teknikal, dan didasarkan pada angka-angka kunci yang diidentifikasi oleh matematikawan bernama Leonardo Fibonacci di masa ketiga belas. Trader Price Action memakai Fibonacci Retracement atau level extensionnya sebagai area support dan resistance yang potensial. Karena ada begitu banyak trader memperhatikan level yang sama serta menempatkan order beli dan jual untuk entry trading atau menempatkan stop loss, level support dan resistancenya cenderung menjadi cara memprediksi yang baik dengan sendirinya. Trader juga memakai level extension Fibonacci sebagai level take profit.

Sekali lagi, alasannya ada begitu banyak trader yang memperhatikan level-level ini untuk menempatkan order beli dan jual atau untuk mengambil keuntungan, alat ini cenderung lebih sering digunakan daripada tidak alasannya mampu memprediksi dengan baik dengan sendirinya.

Deret angka Fibonacci tidak sepenting mirip relasi matematikanya, yang dinyatakan sebagai rasio, antara beberapa angka dalam suatu seri. Dan untuk trader price action, yang terpenting yakni bukan tentang hubungan matematisnya, tetapi fakta bahwa harga sering bereaksi terhadap rasio kunci Fibonacci 61.8, 38.2%, dan 23.6% – bergerak menuju level ini mirip magnet; kemudian menjauh dari level tersebut juga dengan cepat, terutama dikala harga memantul atau berhasil menembusnya. Dalam analisis teknikal, Fibonacci Retracement atau extension dibuat dengan cara menarik garis dari dua titik ekstrem (baik puncak/lembah utama atau support/resistance utama) pada grafik harga dan membagi jarak vertikal dengan rasio kunci Fibonacci 23.6%, 38.2%, 61.8%, 78.6%, dan 100%. Setelah level-level ini diidentifikasi, garis-garis horizontal digambarkan dan digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan level support dan resistance. Di MetaTrader 5, terdapat sebuah alat Fibonacci yang mampu anda gunakan dengan gampang sehabis anda mengetahui apa yang anda lakukan.

Selain rasio yang dijelaskan di atas, banyak trader juga menyukai level 50%. Level retracement 50% bukan merupakan rasio Fibonacci yang sesungguhnya, namun ini alasannya kecenderungan suatu aset akan melanjutkan ke arah tren tertentu sesudah mencapai retracement 50%.

Strategi Price Action – Dua Aturan Utama


Salah satu pengamatan utama dari trader price action adalah bahwa pasar seringkali kembali bergerak ke level harga di mana harga berbalik atau berkonsolidasi. Jika pasar berbalik pada level tertentu, maka ketika kembali ke level tersebut, trader price action mengharapkan bahwa pergerakan pasar akan berlanjut melewati titik pembalikan atau kembali bergerak berbalik. Trader tidak akan melaksanakan tindakan apa pun hingga pasar telah menciptakan satu atau lebih pergerakan seperti itu. Seringkali ini memunculkan entry trading dengan probabilitas yang lebih tinggi, setelah titik ini berlalu dan pergerakan harga dapat terus berlanjut atau kembali berbalik.

Trader price action tidak mengambil peluang pertama, melainkan menunggu entry kedua untuk melakukan trading. Sebagai acuan, upaya kedua saat pasar bearish memaksa pasar untuk turun ke posisi terendah yang gres, dan jikalau gagal, akan membentuk sebuah double bottom dan titik di mana bearish akan meninggalkan pendapat bearish mereka dan mulai membeli, bergabung bersama bullish dan menghasilkan pergerakan ke atas yang besar lengan berkuasa. Juga sebagai contoh, setelah break-out dari trading range atau ekspresi dominan line, pasar mampu kembali ke level break-out dan tidak kembali ke trading range atau tren, sehingga ini mampu menyebabkan pembalikan dan melanjutkan break-out. Ini juga dikenal sebagai ‘konfirmasi’.

Trader price action sering menggunakan pendekatan kedua ini sebagai titik entry mereka untuk trading.

Bar Reversal


Reversal bar atau pembalikan pertanda akan terjadinya pembalikan tren ketika ini. Saat melihat sinyal kafe, trader akan menganggapnya sebagai tanda bahwa arah pasar akan berbalik. Bar pembalikan bullish idelanya harus ditutup jauh dari atas pembukaannya, dengan ekor bawah yang relatif besar (30% sampai 50% dari batang) dan ekor atas yang kecil atau tidak ada, dan hanya mempunyai rata-rata atau di bawah rata-rata bar sebelumnya, dan dalam trennya mempunyai lower low dari bar sebelumnya. Bar pembalikan bearish ialah kebalikannya.

Pembalikan dianggap sebagai sebuah sinyal yang lebih kuat jikalau titik ekstrimnya lebih jauh naik atau turun daripada tren dikala ini yang akan dicapainya bila terus bergerak seperti sebelumnya, mis. pembalikan bullish akan memiliki titik terendah yang berada di bawah garis perkiraan yang dibentuk oleh titik terendah dari tren bearish sebelumnya. Ini disebut juga dengan ‘overshoot’. Bar reversal sebagai sinyal juga dianggap lebih berpengaruh dikala terjadi pada level harga yang sama dengan pembalikan tren sebelumnya.

Interprestasi price action dari kafetaria pembalikan bullish yaitu bahwa hal itu memberikan tekanan jual di pasar telah melewati klimaksnya dan ketika ini pembeli telah tiba ke pasar dnegan besar lengan berkuasa dan mengambil alih, mendikte harga yang naik tajam dari titik terendahnya ketika harga turun. Ini mampu terjadi secara datang-datang alasannya relatif kurangnya penjual mengakibatkan usulan pembeli naik ke atas.

Gerakan ini diperburuk oleh trader jangka pendek dan scalper yang menjual di harga bawah dan ketika ini harus membuka posisi beli kembali bila mereka ingin menutupi kerugian mereka.

Pull-back


Membeli saat tren lemah dan menjual ketika tren kuat ialah seni dari pullback. Pull-back ialah gerakan di mana pergerakan tren pasar cenderung acak atau kembali bergerak dari breakout tetapi tidak bergerak kembali ke awal tren atau awal breakout. Jenis pergerakan harga ini mungkin dilihat sebagai pembalikan yang singkat dari tren yang berlaku, dan pertanda adanya sedikit jeda dalam Momentum.

Seringkali pullback dilihat sebagai sebuah peluang beli setelah suatu mata uang memiliki pergerakan harga yang besar.

Akan tetapi, penting untuk menganalisis secara dekat setiap pullback karena ini mungkin merupakan tanda pembalikan tren yang niscaya atau adanya sedikit jeda dalam tren, di mana masing-masing mempunyai implikasi trading yang sangat berbeda. Salah satu teknik entry price action ialah dengan mengikuti pullback dengan tujuan untuk entry mengikuti tren di akhir pullback. Inilah prosesnya:

Langkah Satu
Tentukan tren utama terlebih dahulu (baik tren naik atau turun) pada time frame per jam. Exponential Moving Average – EMA (50, 100, & 200) serta garis tren dapat dipakai untuk menentukan arah dari tren utama ini.

Langkah Dua
Setelah memilih arah tren pada time frame per jam, kita perlu melihat ke dalam grafik 30 menit, lalu grafik 15 menit untuk menentukan bahwa tren berada pada arah yang sama dengan tren per jam. Kita juga perlu melihat pullback pada time frame ini untuk mengetahui apakah fase-fase tersebut berhubungan.

Langkah Tiga
Pada grafik 5 menit, kita perlu menggambarkan garis tren. Kita perlu menunggu harga untuk bergerak melewati garis tren dan melaksanakan entry sehabis kembali ke garis tren. Tunggu harga untuk bergerak kembali ke harga dari garis tren dan benar-benar berhenti di sekitar tren tersebut. Entry mampu dilakukan pada pembentukan candle atau kafetaria berikutnya di atas garis tren.

Breakout


Breakout terjadi ketika harga “break” dari beberapa jenis konsolidasi atau trading range. Breakout juga dapat terjadi ketika level harga tertentu berhasil ditembus – mirip level support dan resistance, pivot point, level Fibonacci, dll. Dengan melaksanakan trading breakout, tujuannya yaitu untuk memasuki pasar secara tepat saat harga breakpit dan kemudian terus mengikuti pergerakannya sampai volatilitasnya turun.

Ketika melaksanakan trading breakout, penting untuk anda memahami bahwa ada dua jenis utama dari breakout:

  • Continuation breakout
  • Reversal breakout

Mengetahui jenis breakout apa yang anda lihat dapat membantu anda untuk memahami apa yang bantu-membantu terjadi di pasar secara keseluruhan. Breakout sangat penting karena dapat memberi sinyal adanya perubahan dalam penawaran suatu pasangan mata uang. Perubahan dalam sentimen ini dapat memicu pergerakan yang berkelanjutan, sehingga menunjukkan anda peluang cantik untuk menerima beberapa keuntungan.

Setelah breakout bergerak lebih lanjut ke arah breakout pada satu atau dua atau tiga bar, pasar seringkali akan bergerak kembali ke arah yang berlawanan dalam pull-back, yakni dikala pasar mengalami pullback dari arah breakout. Cara yang cantik untuk entry ketika pada breakout yakni menunggu hingga harga kembali bergerak ke level awal breakout dan memastikan apakah harga memantul kembali dan menciptakan harga tertinggi atau terendah baru (tergantung pada arah mana anda melakukan trading).

False Breakout


Breakout mungkin tidak mengarah pada simpulan dari pergerakan pasar sebelumnya, dan apa yang dimulai dengan pullback mampu bermetamorfosis breakout yang gagal, yakni pasar bisa kembali ke acuan lamanya. Jika pasar mengalami breakout sejauh lima tick dan tidak mencapai sasaran profitnya, maka trader price action akan melihat ini sebagai breakout lima tick yang gagal dan akan kembali melakukan entry ke arah yang berlawanan di ujung dari kafetaria breakout untuk mengambil keuntungan order stop dari kerugian order yang dialami trader ketika exit sebelumnya.

Dalam situasi tertentu di mana trader price action telah mengamati breakout, melihatnya gagal, dan kemudian menetapkan untuk trading dengan impian untuk menerima untung dari kegagalan tersebut, ada bahaya bagi trader bahwa pasar akan kembali berbalik dan melanjutkan pergerakannya, yang menyebabkan kerugian bagi trader tersebut. Ini dikenal sebagai kegagalan dan diperdagangkan dengan mengambil kerugian serta membalikkan posisi. Bukan hanya kegagalan breakout yang gagal, sinyal gagal lainnya juga dapat terjadi pada saat terakhir momen terakhir terlihat seperti baik dan menjadi ‘kegagalan yang gagal’.

Break Trend Line


Ketika pasar memiliki tren yang kuat, seorang trader biasanya mampu menggambarkan garis tren di sisi yang berlawanan dari pasar di mana pergerakan harga kembali mencapai ke harga sebelumnya. Setiap harga bergerak kembali ke garis tren yang ada ialah merupakan ‘break garis tren’ dan merupakan tanda pelemahan. Ini adalah petunjuk bahwa tren pasar akan segera berbalik atau setidaknya laju tren akan terhenti untuk suatu era.

Sebuah overshoot garis channel tren mengacu pada pergerakan harga yang terang dari channel tren yang mampu dilihat lebih jauh ke arah tren. Sebuah overshoot tidak harus menjadi bar pembalikkan alasannya adalah mampu terjadi selama bar bersama dengan tren. Terkadang, ini juga mungkin tidak menghasilkan sebuah pembalikan sama sekali, namun ini hanya akan memaksa trader untuk lebih menyesuaikan definisi channel tren.

Trading dengan break garis tren cukup sederhana: langkah pertama yang perlu kita lakukan ialah menemukan tren kenaikan yang kuat. Terapkan garis tren untuk membantu melihat tren tersebut secara visual serta untuk dipakai sebagai “pembatas” untuk price action. Saat ini kita perlu menunggu indikator price action menembus garis tren dan menuju ke bawah, di mana order jual ketika ini mampu dilakukan. Saat ini kita memiliki order jual yang terbuka dan terkunci pada beberapa pip forex, fokus kita selanjutnya yakni merencanakan exit. Berdasarkan pengetahuan kita perihal teladan pembalikan candlestick, kita tidak hanya akan memakai ini untuk entry, tetapi juga untuk exit. Untuk exit dari posisi terbuka, trader harus mengenali acuan pembalikan dan exit dari transaksi yang sesuai.

Double, Triple Top dan Bottom

Ketika pasar mencapai titik harga yang dipandang trader ekstrem, sering kali harga kembali bergerak dari harganya tersebut untuk kembali ke tingkat harga tersebut. Dalam situasi di mana level harga bertahan dan pasar kembali bergerak ke pergerakan sebelumnya, dua pembalikan pada level tersebut dikenal sebagai double top bearish flag, atau double bottom bullish flag, atau cukup double top/double bottom dan mengindikasikan bahwa retrace akan berlanjut.

Sebuah pullback sangat umum terjadi sehabis double top atau bottom dan bahkan lebih umum sehabis triple top atau bottom. Ini mirip dengan teladan head and shoulder klasik. Trader price action akan mentransaksikan pola ini, misal. Double Top, dengan melakukan stop loss 1 tititik dibawah bar yang menggambarkan ‘top’ kedua. Jika order tersebut tereksekusi, maka trader dapat menetapkan order stop loss sebagai pelindung 1 tick di atas kafe yang sama.

Trading Pasar Ranging


Selama tren pasar sangat kuat, mayoritas trader Forex trading secara menguntungkan dan nyaman, namun begitu tren tamat semua jenis problem muncul: sistem yang mengikuti tren tidak lagi bekerja, frekuensi sinyal entry yang palsu meningkat, menimbulkan kerugian embel-embel yang memakan keuntungan yang dihasilkan sebelumnya. Pertimbangkan bahwa pasar Forex menghabiskan waktu hingga 50% dalam keadaan sideways yang tidak mempunyai tren, pengetahuan tentang bagaimana menangani pasar-pasar yang berada pada kondisi range-bound menjadi sangat penting.

Setelah trader mengidentifikasi trading range, mis. kurangnya tren serta batas atas dari pergerakan pasar yang naik dan batas bawah dari pergerakan pasar yang turun, maka trader price action akan memakai salah satu dari dua strategi; mereka akan menggunakan batas atas dan bawah sebagai titik entry, menunggu harga kembali ke rata-rata; atau memakai level batas atas dan batas bawah sebagai pembatas yang dapat ditembus pasar, dengan impian bahwa breakout akan gagal dan pasar akan berbalik (lihat breakout di atas).

Karena trading range sulit untuk ditransaksikan, trader price action akan sering menunggu sesudah melihat harga tertinggi pertama yang lebih tinggi dan pada kemunculan breakout kedua yang diikuti oleh kegagalan. Ini akan dianggap sebagai trading bearish dengan probabilitas yang tinggi, dengan middle range sebagai sasaran profit. Ini disukai, pertama alasannya adalah middle range trading akan cenderung bertindak sebagai magnet price action dan kedua alasannya adalah higher high beberapa poin lebih tinggi, sehingga memberikan beberapa poin keuntungan yang lebih banyak kalau berhasil.

Dan ketiga sebab adanya iktikad terhadap dua aturan pasar bahwa pasar akan menghasilkan pergerakan yang dapat ditransaksikan di arah yang berlawanan.

Proses Pengambilan Keputusan Price Action


Terlepas dari analisis dan sinyal yang digunakan, sebelum melakukan trading, trader perlu mempelajari proses pengambilan keputusan price action yang telah ia lakukan sebelumnya.

  • Apa pergerakan harga yang paling memungkinkan? Naik atau turun? Ini mampu ditentukan melalui analisis pasar, melihat dan mengukur berita harga, dan membuat panduan yang dipelajari menurut nalar dan dogma trader.
  • Haruskah saya masuk atau tidak? Trader harus cukup yakin bahwa sinyal trading yang mempunyai peluang keberhasilan yang cukup baik serta rasio risk/reward yang solid sebelum “mengambil posisi”. Posisi dapat berupa membeli (untung ketika harga bergerak naik) atau menjual (untung dikala harga turun).
  • Kapan waktu terbaik bagi aku untuk entry? Harga terus bergerak, dan penting untuk bersabar demi menemukan titik entry terbaik dibandingkan melompat begitu trader berpikir bahwa mereka melihat peluang.
  • Seberapa besar risiko saya? Keputusan ini akan ditentukan oleh seni manajemen money management trader.
  • Berapa banyak laba yang harus saya ambil? Seorang trader juga perlu memiliki ide seberapa banyak dia bertahan pada posisinya sebelum keluar. Harga mampu bergerak sesuai impian trader lalu bergerak melawannya. Trader perlu tahu kapan mereka mengambil risiko yang cukup dan memilih kapan untuk mengambil sebagian atau seluruh uang mereka dari trading.